ITIQAF-Investasi Tabungan Qurban Al-Fath

Qurban berasal dari bahasa Arab, “Qurban” (قربان) yang berarti dekat. Qurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi, dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan pada hari-hari tasyriq (tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Sejarah munculnya syari’at berqurban adalah ketika Nabi Ismail menginjak usia remaja. Pada saat itu Nabi Ibrahim mendapat wahyu dari Allah lewat sebuah mimpi, bahwa beliau harus menyembelih Ismail, puteranya. 

Ia pun duduk termenung memikirkan ujian yang sangat berat tersebut  . Sebagai seorang ayah yang dikaruniai seorang putera yang sejak puluhan tahun didambakan, seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyambung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban.

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamasama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ibrahim datang menjumpai anaknya untuk menyampaikan perintah Allah agar menyembelihnya. Nabi Ismail pun menjawab:

“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ismail meminta ayahnya untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Dan beliu berjanji kepada ayahnya akan menjadi seorang yang sabar dalam menjalani perintah itu. Nabi Ibrahim lalu membaringkan anaknya di atas pelipisnya (pada bagian wajahnya) dan bersiap melakukan penyembelihan dan Ismail pun siap menaati perintah ayahnya.

“Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat [37] : 104-107)

Allah menguji Nabi Ibrahim dengan perintah untuk menyembelih anaknya tercinta, dan Nabi Ibrahim dan Ismail pun menunjukkan keteguhan, ketaatan dan kesabaran mereka dalam menjalankan perintah itu. Lalu Allah menggantikan dengan sembelihan besar, yakni berupa domba jantan dari Surga, yang besar berwarna putih, bermata bagus, bertanduk serta diikat dengan rumput samurah.

Demikianlah sejarah Ibadah qurban dari Nabi Ibrahim dan Ismail yang kemudian menjadi ibadah sunnah yang utama bagi umat Islam di hari Raya.

Maka dari kisah di atas kita bisa mengambil beberapa hikmah, di antaranya sebagai berikut:

  • Mengingat kebesaran jiwa seorang ayah, dalam hal ini Nabi Ibrahim, yang dengan ikhlas mengorbankan kepentingan pribadi untuk melaksanakan perintah agama, yaitu menyembelih putranya berdasarkan kebenaran.
  • Mengingat ketaatan dan kesabaran seorang anak yang berbakti kepada orang tua, Nabi Ismail. Ia ikhlas menjadi qurban dan disembelih ayahnya karena taat pada firman Allah SWT.
  • Mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah
  • Membangun solidaritas kepada sesama
  • Meningkatkan ketakwaan diri kepada Allah

Berqurban merupakan salah satu ibadah yang dilaksanakan setiap tahun sekali, yaitu pada bulan Dzulhijjah tanggal 10 dan “Yaumuutasyriq”  ( tanggal 11, 12, dan 13).

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

“Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syari’atkan penyembilihan (kurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka” (QS. Al-Hajj : 34)

 “Dari Bara’ Ibn. ‘Azib berkata: Rasulullah SAW, bersabda: Empat macam binatang yang tidak boleh dijadikan binatang kurban, yaitu: yang buta lagi jelas kebutaannya, yang sakit lagi jelas sakitnya, yang pincang lagi jelas kepicangannya dan binatang yang kurus kering dan tidak bersih” . (HR. Abu Dawud dan Ibn Majah)

Dari hadits di atas kita di tuntut untuk memilih hewan qurban yang terbaik.

Maka memperhatikan pentingnya ibadah qurban untuk dilaksanakan kami  membuka program ITIQAF (Investasi Tabungan Qur’ban Al Fath) sehingga tidak perlu merasa kesulitan untuk menunaikan ibadah qurban ini karena bisa dicicil sesuai dengan kemampuan.

P2HQ

Panitia Penyaluran Hewan Qurban, yaitu Program ini tidak sekadar menjual hewan qurban saja, tetapi juga meliputi penitipan, pemeliharaan, pengiriman, penyembelihan, hingga penyaluran kepada yang berhak menerima secara GRATIS.

Terdapat 2 keberkahan jika anda berurban melalui ITIQAF ini, yakni:

  1. Keberkahan dalam berqurban itu sendiri;
  2. Keberkahan karena keuntungan dari hasil penjualan sendiri digunakan untuk mendanai program Rumah Quran Al-Fath termasuk santunan yatim dhuafa, membiayai pemberantasan buta huruf Al-Quran dalam Program Privat Quran & Taman Quran.

Untuk lebih lanjut silakan klik link ini ( link teknis progam itiqaf)